Jerman Tuduh Google Curi Data

 
 
BERLIN - Google kembali harus membela diri terkait layanan Street View mereka yang kontroversial. Kali ini, kecaman datang dari pemerintah Jerman. 

Sekelompok Pemuda Susupkan iPad ke Hong Kong



HONG KONG - 'Mainan' terbaru Steve Jobs, iPad baru resmi digelontorkan di Amerika Serikat (AS). Namun tiga hari setelah peluncuran, iPad sudah ada di Hong Kong tanpa 'restu' Apple.

Facebook Beli Situs Foto Divvyshot


o1 o2

SAN FRANSISCO - Facebook berupaya meningkatkan kualitas layanannya, terutama dalam hal foto dengan membeli situs berbagi foto Divvyshot.

Pengguna BlackBerry Tembus 41 Juta

 


Jakarta - Research in Motion (RIM) berhasil menambah 4,9 juta pelanggan BlackBerry selama kuartal 4 tahun fiskal 2010. Dengan demikian sampai akhir Q4 ini jumlah pelanggan BlackBerry mencapai 41 juta di seluruh dunia. 

HTC Hero, Nyaman dengan Android Market


HTC sebagai pelopor ponsel Android di Indonesia, belum jera juga dalam menghadirkan ponsel berbasis sistem operasi terbuka tersebut. Menghadirkan Hero di tanah air, HTC masuk dalam rombongan yang meng-euforia-kan Android di tanah air.

Bintang Cilik Jadi Incaran Predator Facebook

 



London - Pengidap pedofilia alias kelianan penyuka anak kecil cukup banyak yang memakai internet untuk mencari mangsa. Bahkan seorang bintang cilik asal Inggris pun turut jadi sasaran.

Berbalut Emas, Harga Xbox 360 Senilai 5 Unit Motor

 


Jakarta - Dewasa ini, konsol game tak lagi dipandang sekadar sebuah mesin permainan yang dibeli untuk menghilangkan rasa penat pengguna. Namun juga sudah dianggap sebagai sebuah simbol status sang pemilik.

'MMS Bomber' Serang Ponsel di China


 


BEIJING - MMS Bomber, virus baru ponsel kian merajalela di China. Ratusan ribu pengguna ponsel diperkirakan telah terinfeksi program jahat tersebut.

Pasar Ponsel di China Tertutup untuk Google



BEIJING - Imbas panjang hengkangnya mesin pencari Google dari China ke Hong Kong masih dirasakan perusahaan tersebut di negara itu. Kini, banyak produsen ponsel yang menutup pintunya terhadap Google.

Para produsen handset tersebut berencana meninggalkan Google. Padahal, China memiliki pasar mobile terbesar di dunia dengan lebih dari 750 juta pengguna. Tentu saja ini merupakan kabar buruk bagi Google yang teguh pendiriannya untuk menolak sensor ketat di negara Tirai Bambu tersebut.

Malahan pada Senin lalu, Google mengatakan layanannya untuk di ponsel mengalami pemblokiran di sebagian wilayah China daratan.

"Jika Google.com.hk tidak stabil atau bahkan ditutup, sebuah pilihan logis bagi para produsen ponsel tersebut untuk tidak bekerjasama lagi dengan Google,” terang analsis Mirae Asset Securities Eric Wen, seperti yang dikutip Xinhua, Sabtu (3/4/2010).

"Entah bermaksud balas dendam atau tidak, sudah pasti perusahaan yang dimiliki pemerintahan China akan meninggalkan Google, sedangkan perusahaan swastanya pasti akan mengalami dilematis yang besar," tambahnya.

Menurut laporan, China Mobile operator ponsel menjadi operator nomor satu dengan jumlah pengguna 533 juta pada akhir Februari menggunakan mesin pencari Google di halaman utama internet mobilenya. Sementara China Unicom yang berada di urutan kedua dengan jumlah pengguna 151 juta.

Tentunya menjadi kerugian besar bagi Google bila pada akhirnya harus menutup unit bisnisnya yang lain di China. Terlebih saat ini, sistem operasi Android mereka tengah menjadi sistem operasi terpopular yang bisa menambah pundi pemasukan mereka, selain mesin pencari versi mobile.

Bandung Bisa Jadi 'Lembah Silikon' Indonesia

 


Bandung - Kota Bandung sebenarnya punya sejuta potensi untuk jadi 'kawah candradimuka' Indonesia menuju pentas teknologi dunia, layaknya perusahaan teknologi yang banyak lahir dari 'Lembah Silikon' Amerika Serikat.

'Lembah Silikon' alias Sillicon Valley, hanyalah julukan bagi kota di daerah selatan San Francisco, California, karena banyaknya perusahaan teknologi yang lahir di kawasan ini. Sebut saja: Google, Yahoo, Intel, Apple, Cisco, Hewlett-Packard, eBay, Adobe, dan lainnya.

Perusahaan-perusahaan ternama itu lahir di daerah selatan San Francisco yang meliputi San Jose, Santa Clara, Sunnyvale, dan Palo Alto. Area ini menjadi klaster tempat sekumpulan anak-anak muda kreatif menciptakan ragam teknologi yang mendunia.

"Kota Bandung seharusnya bisa menjadi Silicon Valley-nya Indonesia," ujar CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya saat ditemui detikINET di Bandung, Sabtu (3/4/2010).

Ia menilai, kota Bandung punya kemiripan dengan California. Sehingga, bekal untuk menjadi menjadi cikal bakal tumbuhnya raksasa teknologi dunia dari Indonesia sudah ada.

"Sudah terjadi klaster di Bandung. Di California kenapa ada Silicon Valley, awalnya karena adanya klastering masyarakat sana. Nah, Bandung sebagai kota kreatif muncul dengan berbagai macam industri," ungkapnya.

"Bandung sudah luar biasa. Harus diakui anak mudanya Bandung yang paling kreatif dibanding kota-kota lain di Indonesia," lanjut Hermawan.

Namun ia menyayangkan, hal ini tak disadari sepenuhnya oleh pemerintah. Dukungan untuk menjadikan Bandung sebagai kota lahirnya industri teknologi nasional dinilai sangat minim. Padahal, jika didukung penuh, maka Bandung bisa menjadi "Silicon Valley" Indonesia.

"Mereka (Bandung) nggak diapa-apain saja sudah hebat, kok. Bisa bertahan sendiri. Apalagi ada dukungan dari pemerintah kotanya. Saya yakin bisa lebih," yakinnya.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan, banyaknya kampus dan komunitas di Bandung merupakan aset untuk kota kembang ini. Potensi anak mudanya bisa mendorong tumbuhnya industri teknologi komunikasi informasi (TIK) di Bandung.

"Sekarang banyak mahasiswa yang membuat software, game, dan lainnya. Dan industri ini tumbuh di kampus-kampus," pungkasnya, mengingatkan.

Bandung sendiri sebenarnya sempat punya inisiatif untuk menjadi 'Lembah Silikon' dengan hadirnya Bandung High-Tech Valley (BHTV). Namun hingga saat ini, belum terdengar ada gebrakan berarti dari inisiatif itu.
( detikINET )

Jurnalis Desak Yahoo Jelaskan Soal Hack Email


WASHINGTON - Kelompok aktivis hak asasi jurnalis mendesak Yahoo memberikan penjelasan soal aksi hacking yang menimpa akun email Yahoo milik tiga jurnalis kantor berita asing di China.